Respond Brandon Ingram Usai Menang Lawan Pacers. Brandon Ingram, mantan bintang New Orleans Pelicans, kembali jadi sorotan setelah transfer dramatisnya ke Toronto Raptors. Pada Februari 2025, Raptors tukar Bruce Brown dan pick first-round untuk dapatkan Ingram, yang langsung jadi pilar utama. Kini, di musim 2025/26, Ingram pimpin Raptors ke kemenangan gemilang 97-95 atas Indiana Pacers di NBA Cup Rabu malam, dengan game-winner mid-range jumper di atas Pascal Siakam sisa 0,6 detik. Gol itu perpanjang streak Raptors jadi sembilan kemenangan beruntun, angkat rekor mereka ke 13-3 dan lolos ke quarterfinals turnamen. Pasca-laga, Ingram beri respon tenang tapi percaya diri, sebut ia “merasa seperti di rumah” di Toronto. INFO CASINO
Game-Winner yang Ikonik: Respond Brandon Ingram Usai Menang Lawan Pacers
Laga di Scotiabank Arena berjalan ketat, dengan Pacers comeback dari ketinggalan 15 poin di babak kedua. Ingram, yang cetak 26 poin (11-23 FG, 1-4 3PT, 3-5 FT), delapan rebound, dua steal, dan satu blok dalam 38 menit, ambil alih kuarter keempat. Ia sumbang 18 poin di babak kedua, termasuk isolasi kunci lawan Siakam, mantan rekan di Pelicans. Dengan 15 detik tersisa, Siakam blok shot-nya tapi foul trouble bikin ia ragu agresif. Ingram isolasi lagi, drive melewati Siakam, dan tarik jumper 15 kaki tepat waktu—skor 97-95. Pacers tak punya waktu balas, dan Raptors pesta. Ini kemenangan ke-9 beruntun, start terbaik sejak 2018, dan Ingram jadi hero dengan stat line yang mirip performa All-Star lamanya.
Respon Ingram: “Siakam di Belas Kasihanku”: Respond Brandon Ingram Usai Menang Lawan Pacers
Pasca-laga, Ingram beri respon santai tapi tajam saat ditanya isolasi lawan Siakam. “Pertama, saya tahu dia di foul trouble, dan dia tak mau terlalu agresif. Jadi dia di belas kasihanku saat itu,” katanya sambil tersenyum ke TSN. Ini subtle shade ke Siakam, yang foul out di menit akhir, tapi juga tunjukkan rasa percaya diri Ingram di Toronto. Ia tambah, “Kami main tim—setiap kuarter 0-0, defense keras, share bola, dan hasilnya bagus.” Respon ini kontras dengan masa sulit di Pelicans, di mana ia sering cedera ankle dan finis peringkat 12 Barat. Di Raptors, Ingram rata-rata 21,8 poin, 5,9 rebound, 3,7 assist dari 19 laga—naik signifikan dari 20,8 poin musim lalu. Ia sebut Toronto beri “ruang bernapas” untuk berkembang.
Dampak Transfer ke Raptors dan Streak Beruntun
Transfer Ingram Februari lalu ubah nasib Raptors, yang finis 25-57 musim lalu. Dengan Scottie Barnes dan RJ Barrett, Ingram jadi primary scorer—ia sumbang 72 poin gabungan dengan Barnes di kemenangan terakhir. Streak sembilan kemenangan termasuk double-digit win atas Bulls, Magic, dan Bucks, dengan rata-rata margin 8,5 poin. Pacers, yang 2-16 musim ini tanpa Tyrese Haliburton (cedera Achilles), tak punya jawaban untuk Ingram yang eksploitasi mismatch. GloRilla, pacar Ingram, rayakan dengan joget di tribun—momen viral yang tambah hype. Pelatih Darko Rajakovic puji, “Brandon bawa leadership—ia bukan cuma skor, tapi inspirasi.” Ini juga subtle dig ke Pelicans, yang struggle di bottom West.
Kesimpulan
Respon Brandon Ingram usai game-winner lawan Pacers tunjukkan ia sudah nyaman di Toronto—dari “di belas kasihanku” ke mentalitas tim, ia bukti transfer itu sukses besar. Streak sembilan kemenangan angkat Raptors ke posisi tiga Timur, dan Ingram jadi kunci utama. Bagi mantan Pelicans, ini pelajaran pahit; bagi Raptors, ini awal era baru. Dengan quarterfinal NBA Cup di depan, Ingram siap lanjut dominasi. Toronto, sambut pahlawan baru Anda—game-winner seperti itu cuma permulaan.