Durant Susah Menyerang Tanpa VanVleet. Kevin Durant mengakui bahwa serangannya terasa lebih sulit tanpa kehadiran Fred VanVleet di lapangan bersama Houston Rockets. Bintang forward itu baru-baru ini membahas tantangan ofensif tim sejak VanVleet absen karena cedera ACL yang membuatnya kemungkinan besar melewatkan seluruh musim ini. Durant, yang bergabung dengan Rockets melalui trade besar di offseason lalu, menyoroti bagaimana absennya playmaker utama itu membuat alur serangan kurang lancar. Meski Rockets tetap kompetitif di papan atas Konferensi Barat, komentar Durant ini menegaskan betapa krusialnya VanVleet bagi kemudahan Durant mencetak poin. BERITA BASKET
Tantangan Ofensif Durant Tanpa VanVleet: Durant Susah Menyerang Tanpa VanVleet
Durant menjelaskan bahwa tanpa VanVleet, ofensif Rockets sering terasa “out of whack” atau tidak seimbang. VanVleet dikenal sebagai organizer handal yang bisa mengatur tempo, memberikan umpan tepat, dan membuka ruang bagi scorer seperti Durant. Absennya membuat Durant lebih sering harus menciptakan peluang sendiri, termasuk menangani bola lebih banyak di situasi isolasi. Meski Durant tetap efisien dengan rata-rata poin tinggi, ia mengakui bahwa serangan tim lebih mudah dieksploitasi lawan karena kurangnya playmaking dari guard utama. Situasi ini mirip dengan pengalaman Durant di tim sebelumnya, di mana kurangnya point guard tradisional membuatnya bekerja ekstra keras.
Peran VanVleet yang Hilang: Durant Susah Menyerang Tanpa VanVleet
VanVleet seharusnya menjadi pasangan ideal bagi Durant di Rockets, dengan kemampuannya mengatur pick-and-roll dan distribusi bola. Cedera ACL yang dialaminya di workout offseason langsung mengubah rencana tim, memaksa pemain lain seperti Amen Thompson atau Reed Sheppard mengisi peran playmaker. VanVleet tidak hanya scorer pendukung, tapi juga pemimpin vokal yang membantu Durant fokus pada finishing daripada inisiasi serangan. Absennya ini membuat Rockets lebih bergantung pada rebound ofensif dan transisi cepat, tapi kurang variasi di half-court set. Durant sendiri sering memuji visi VanVleet, yang bisa membuat tembakan terbuka lebih mudah baginya.
Dampak pada Performa Rockets
Tanpa VanVleet, Rockets tetap menunjukkan kekuatan dengan rekor solid, tapi ofensif mereka kadang terlihat kurang fluida di laga ketat. Durant masih dominan, sering mencetak 25 poin lebih dengan efisiensi tinggi, tapi turnover tim meningkat dan spacing kadang bermasalah. Pelatih Rockets harus menyesuaikan strategi, lebih mengandalkan Alperen Sengun sebagai hub passer dari post. Situasi ini menguji adaptasi Durant di tim baru, tapi juga membuktikan ketangguhannya sebagai scorer serba bisa. Rockets kini mencari cara mengkompensasi hingga VanVleet mungkin kembali di akhir musim atau musim depan.
Kesimpulan
Kevin Durant yang merasa sulit menyerang tanpa Fred VanVleet mencerminkan pentingnya chemistry point guard-scorer di NBA modern. Absennya VanVleet karena cedera memang menjadi pukulan bagi Rockets, tapi juga peluang bagi pemain muda berkembang. Durant tetap menjadi ancaman utama, dan tim ini punya potensi besar untuk bersaing tinggi. Penggemar Rockets bisa optimis, karena dengan atau tanpa VanVleet, Durant terus membuktikan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik sepanjang masa. Musim ini baru separuh jalan, dan adaptasi tim akan menentukan seberapa jauh mereka melaju.