rumor Trade: Lakers Tawarkan Assets untuk Big Man. Menjelang NBA trade deadline pada 5 Februari 2026, Los Angeles Lakers kembali dikabarkan aktif mencari big man tambahan untuk memperkuat frontcourt mereka. Dengan Deandre Ayton sebagai starting center yang dianggap belum sepenuhnya ideal, Lakers dikabarkan menawarkan aset seperti kontrak expiring Rui Hachimura ($18 juta), Gabe Vincent ($11,5 juta), Maxi Kleber ($11 juta), serta potensi Dalton Knecht dan pick masa depan untuk mendatangkan center atau power forward yang lebih solid. Rumor ini muncul di tengah performa tim yang kompetitif berkat kehadiran Luka Dončić dan LeBron James, tapi masih kesulitan di paint defense dan rebound. Lakers ingin menambah rim protector dan stretch big yang bisa melengkapi spacing offense mereka. Meski fokus utama tampak pada wing defender seperti De’Andre Hunter atau Herb Jones, kebutuhan big man tetap jadi prioritas, terutama setelah melihat kelemahan di restricted area defense musim ini. REVIEW WISATA
Aset yang Ditawarkan Lakers dan Strategi Front Office: Rumor Trade: Lakers Tawarkan Assets untuk Big Man
Lakers punya leverage berupa kontrak expiring yang bisa jadi salary match mudah bagi tim lain. Rui Hachimura, yang sedang tampil bagus dengan tembakan tiga angka akurat, sering disebut sebagai chip utama—bisa dikirim untuk membuka ruang cap dan mendatangkan pemain target. Gabe Vincent dan Maxi Kleber lebih sebagai filler salary, sementara Dalton Knecht, meski punya potensi, disebut-sebut sebagai aset yang bisa dilepas jika deal besar muncul. Lakers juga dikabarkan menjajaki opsi menukar future first-round pick (seperti 2031 atau 2032) untuk multiple picks lebih rendah, agar punya amunisi lebih banyak di deadline atau offseason.
Strategi Rob Pelinka tampak hati-hati: menghindari pengeluaran aset besar untuk nama megah seperti Giannis Antetokounmpo (yang lebih realistis di musim panas), tapi fokus pada upgrade marginal yang bisa langsung berdampak. Big man jadi prioritas karena Ayton dan Jaxson Hayes belum cukup mendominasi paint—oponen sering mencetak tinggi di restricted area. Lakers ingin center yang bisa rim protect, set screen solid, dan idealnya stretch floor untuk spacing bersama Dončić.
Target Big Man Potensial dan Tantangan: Rumor Trade: Lakers Tawarkan Assets untuk Big Man
Beberapa nama big man yang sering dikaitkan dengan Lakers termasuk Robert Williams III dari Portland (rim protector elite tapi riwayat cedera), Walker Kessler dari Utah (target lama Lakers, meski Jazz sulit dinegosiasi dan Kessler cedera musim ini), serta Nic Claxton dari Brooklyn (lebih affordable dan punya upside defensif). Myles Turner juga pernah muncul di diskusi, tapi Pacers enggan melepasnya. Lakers juga memantau opsi seperti Day’Ron Sharpe dari Brooklyn dalam paket multi-tim.
Tantangannya besar: Lakers hard-capped di first apron, jadi sulit agregasi gaji atau ambil kembali uang lebih banyak. Banyak tim over cap atau second apron juga membatasi fleksibilitas. Target seperti Kessler atau Claxton butuh pick atau young talent yang Lakers enggan lepas sepenuhnya. Jika tak ada deal memuaskan sebelum deadline, upgrade big man kemungkinan ditunda ke offseason—di mana Lakers punya cap space lebih dan clarity soal masa depan LeBron serta Reaves.
Kesimpulan
Rumor Lakers menawarkan aset untuk big man menunjukkan urgensi mereka memperkuat frontcourt sebelum trade deadline 5 Februari 2026. Dengan kontrak expiring dan potensi pick sebagai umpan, Lakers berharap mendatangkan rim protector atau stretch big yang bisa langsung fit dengan Dončić dan James. Meski target seperti Robert Williams III, Walker Kessler, atau Nic Claxton menarik, tantangan cap dan harga tinggi dari tim penjual membuat deal sulit terealisasi sekarang. Jika tak ada gerakan besar, Lakers mungkin bertahan dengan roster saat ini sambil menabung aset untuk offseason—strategi yang masuk akal mengingat fokus jangka panjang mereka. Bagi penggemar Lakers, minggu-minggu ke depan penuh antisipasi: apakah front office bisa menambahkan puzzle krusial di paint, atau drama ini berlanjut hingga musim panas? Yang pasti, Lakers tetap aktif di pasar transfer, mencari upgrade yang tepat tanpa membakar masa depan.