Cole Anthony Mengalami Keterpurukan di Bucks. Milwaukee Bucks sedang bergulat dengan krisis identitas di awal musim 2025/2026, dan Cole Anthony jadi pusat sorotan negatifnya. Pemain berusia 25 tahun ini, yang bergabung via buyout dari Memphis Grizzlies setelah trade kontroversial dari Orlando Magic, kini alami keterpurukan tajam. Dalam enam laga terakhir, ia rata-rata cuma cetak 4,8 poin dengan akurasi tembakan 26 persen—termasuk 0-dari-7 lawan Miami Heat—sementara turnover-nya naik jadi 3,4 per pertandingan. Ini kontras dengan start panasnya: 13,7 poin sebagai starter awal musim. Absennya Giannis Antetokounmpo akibat cedera betis tambah beban, tapi pelatih Doc Rivers akui masalahnya lebih dalam. “Ia sedang struggle, dan kami harus bantu dia,” kata Rivers usai kekalahan overtime lawan Philadelphia 76ers. Bucks, yang sempat 11-3, kini kalah empat beruntun—posisi ke-5 Wilayah Timur terasa rapuh, dan Anthony jadi simbol ketidakstabilan second unit. INFO CASINO
Awal Musim yang Menjanjikan Berubah Jadi Nightmare: Cole Anthony Mengalami Keterpurukan di Bucks
Anthony datang ke Bucks dengan harapan tinggi. Setelah lima tahun di Orlando—di mana ia starter di 2024/2025 dengan 13,7 poin dan 3,5 assist—ia trade ke Grizzlies Juni lalu sebagai bagian paket untuk Desmond Bane, plus empat first-round pick. Grizzlies langsung buyout, dan Bucks ambil ia dengan kontrak satu tahun veteran minimum. Awal musim, ia bukti nilai: rata-rata 5,3 assist, hampir dua kali lipat dari musim lalu, dan bantu second unit dengan intensitas tinggi. Tapi sejak kekalahan lawan Chicago Bulls 7 November, semuanya ambruk. Di laga itu, ia 2-dari-7 untuk lima poin, dengan empat turnover. Rivers sebut, “Kami lihat good dan bad—tapi akhir-akhir ini, bad-nya mendominasi.” Tanpa Giannis, Anthony jadi pengatur serangan utama second unit, tapi tekanan itu bikin ia hilang ritme—seperti terlihat di overtime lawan 76ers, di mana ia beri tujuh assist tapi empat turnover lagi.
Masalah Turnover dan Shooting Slump yang Menumpuk: Cole Anthony Mengalami Keterpurukan di Bucks
Keterpurukan Anthony terlihat jelas di statistik. Di enam laga terakhir, turnover-nya sama dengan assist (2,3), dan shooting dari tiga poin cuma 10 persen—dari peluang open yang sebelumnya ia manfaatkan. Lawan Heat, ia dapat wide-open threes dan mid-range rhythm shots, tapi semuanya meleset. Ini bukan masalah teknik; lebih ke kepercayaan diri yang goyah. Rivers bilang, “Ia dapat kualitas looks yang sama seperti awal musim, tapi bola tak masuk—mungkin bad luck, tapi timing-nya buruk.” Di Bucks, Anthony diminta jadi sparkplug high-intensity, terutama dengan Kevin Porter Jr. out. Tapi ukurannya yang kecil (6’3″) jadi isu di defense, dan ia sering kalah duel fisik. Ini ingatkan kenapa Magic anggap ia expendable—efisiensi kariernya 48,3 eFG persen, dan streakiness jadi ciri khasnya. Bucks harap ia X-factor seperti kata Giannis di wawancara Yunani September lalu, tapi kini realitas beda.
Beban Second Unit dan Strategi Doc Rivers
Tanpa Giannis, second unit Bucks jadi mandul—rata-rata 102 poin per laga, turun dari 112 saat superstar on court. Anthony, yang duet dengan rookie Ryan Rollins, kesulitan bangun offense. Rivers akui, “Kami harus kreatif—mungkin ubah strategi ofensif untuk kurangi beban Cole dan Rollins.” Saat ini, Anthony main 18,4 menit rata-rata, tapi pelatih pertimbangkan rotasi lebih fleksibel: masukkan veteran seperti Pat Connaughton lebih awal untuk stabilkan bola. Ini tantangan bagi Bucks yang kesulitan draft talent akhir-akhir ini—mereka lihat Anthony sebagai savvy move via waivers, tapi kini harus bantu ia keluar dari headspace buruk. Ayahnya, Greg Anthony, yang main di Milwaukee akhir karier, beri nasihat: “Fokus grit, bukan hasil.” Tapi dengan empat kekalahan beruntun, waktu sempit—Bucks butuh Anthony bangkit untuk jaga posisi play-in aman.
Kesimpulan
Keterpurukan Cole Anthony di Bucks jadi cerminan krisis tim yang lebih luas: dari start panas jadi nightmare turnover dan shooting slump, terutama tanpa Giannis. Di usia 25, ia punya potensi X-factor, tapi tekanan second unit dan streakiness bikin ia struggle. Rivers harus inovatif—ubah strategi, bangun kepercayaan—agar Anthony bukti nilai buyout-nya. Bucks tak bisa tunggu; dengan jadwal padat, ini momen ia bangkit atau jadi beban. NBA penuh comeback, dan Anthony bisa jadi cerita sukses jika tim bantu ia temukan ritme lagi—Milkwaukee butuh sparkplug itu sekarang.