Pelita Jaya Tidak Akan Gunakan Anthoney Beane Lagi

pelita-jaya-tidak-akan-gunakan-anthoney-beane-lagi

Pelita Jaya Tidak Akan Gunakan Anthoney Beane Lagi. Dalam persiapan musim IBL 2026 yang semakin memanas, Pelita Jaya Jakarta mengambil keputusan berani dengan tidak lagi memakai jasa Anthony Beane Jr. Pemain naturalisasi berusia 32 tahun ini, yang jadi pilar utama sejak 2024, terpaksa disingkirkan karena cedera berkepanjangan dan regulasi baru liga yang membatasi slot pemain asing. Pengumuman resmi pada 11 Desember 2025 ini jadi pukulan bagi penggemar Garuda, mengingat Beane MVP Finals 2024 dan kontributor kunci di runner-up musim lalu. Sebagai gantinya, tim merekrut Amorie Archibald, guard asing baru dari Amerika, untuk isi kekosongan di point guard. Keputusan ini sejalan strategi manajemen yang ingin bangun skuad seimbang, meski berisiko hilang chemistry. Dengan rekor 23-3 di reguler season 2025, Pelita Jaya haus gelar lagi—tapi tanpa Beane, tantangan baru menanti di pra-musim yang dimulai Januari. MAKNA LAGU

Alasan Cedera dan Regulasi yang Memaksa: Pelita Jaya Tidak Akan Gunakan Anthoney Beane Lagi

Keputusan ini bukan datang tiba-tiba. Beane absen hampir separuh musim 2025 karena cedera betis dan pergelangan tangan, main cuma 19 laga dengan rata-rata 13,5 poin, 4,6 rebound, dan 5,2 assist—turun dari 13,6 poin musim sebelumnya. Cedera kronis ini bikin ia skip playoff krusial, termasuk All-Star 2025 di mana ia diganti Frank Johnson. Regulasi IBL 2026 yang baru jadi paku terakhir: naturalisasi seperti Beane dianggap setara heritage atau asing, batasi slot jadi tiga total. Pelita Jaya sudah perpanjang kontrak Hendrick Xavi Yonga sebagai asing kedua, plus rekrut Archibald sebagai ketiga—tak ada ruang untuk Beane tanpa potong opsi lain. Manajer tim bilang ini “keputusan sulit tapi perlu untuk fleksibilitas”, karena cedera Beane bisa molor sampe Maret. Ini langkah pencegahan, hindari risiko skuad pincang seperti musim lalu saat kalah final dari Dewa United.

Kontribusi Beane yang Tak Terlupakan: Pelita Jaya Tidak Akan Gunakan Anthoney Beane Lagi

Anthony Beane Jr. bukan sekadar pemain; ia legenda mini di Pelita Jaya. Debut 2024 langsung bawa gelar juara IBL dan MVP Finals, dengan 26 poin krusial di Game 2 semifinal lawan Prawira Bandung. Musim reguler, ia catat 1,9 steal per laga—tertinggi tim—plus visi passing yang bikin serangan lancar. Di 2025, meski cedera, ia andil besar di rekor 23-3, termasuk assist kunci untuk Agassi Goantara di kemenangan atas Bima Perkasa Jogja (101-67). Beane bawa mental juara dari karir NBA G-League dan Timnas Indonesia, di mana ia naturalisasi 2023. Penggemar ingat momen ikonik: three-pointer clutch di final 2024 yang selamatkan lead. Tanpa ia, Pelita Jaya kehilangan point guard utama yang bisa switch defense dan ciptakan peluang—kekosongan yang Archibald harus isi cepat. Beane sendiri ucap terima kasih via media sosial: “Ini babak baru, tapi Pelita selamanya rumah.”

Pengganti Amorie Archibald dan Strategi Baru

Amorie Archibald jadi harapan baru untuk isi sepatu Beane. Guard 28 tahun dari Amerika ini punya pengalaman di G-League dan liga Eropa, dengan rata-rata 14 poin, 6 assist, dan 2 steal di musim terakhirnya. Ia fleksibel: bisa starter atau spark dari bench, cocok gaya David Singleton sebagai pelatih baru. Pelita Jaya rekrut ia via tryout November lalu, di mana Archibald impresif di scrimmage lawan tim lokal—cetak 18 poin dengan akurasi 50 persen three-pointer. Strategi tim: bangun rotasi tiga asing dengan Yonga di forwad, Archibald di guard, dan satu slot fleksibel untuk import lain. Ini sejalan aturan salary cap baru yang batasi belanja, plus fokus regenerasi lokal seperti Reza Guntara dan Fisyaiful Amir yang naik kelas pasca All-Star. Pra-musim TC di Bali mulai 15 Desember bakal tes chemistry, dengan target minimal semifinal wilayah. Manajemen yakin Archibald bisa adaptasi cepat, tapi tekanan besar: runner-up musim lalu tak boleh turun.

Kesimpulan

Keputusan Pelita Jaya tidak lagi pakai Anthony Beane Jr. jadi cerita pahit di offseason IBL 2026, campur cedera dan regulasi yang paksa tim cari jalan baru. Kontribusi Beane tak tergantikan, tapi rekrutan Amorie Archibald beri harapan segar untuk bangun skuad seimbang. Dengan Singleton di kemudi dan rotasi asing ketat, Garuda siap tempur—tapi sukses tergantung adaptasi cepat. Penggemar punya alasan campur aduk: selamat tinggal MVP, sambut era baru. Januari nanti bukti: apakah Pelita Jaya bangkit atau goyah? Ini bukan akhir, tapi transisi menuju gelar kedua.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *