Wembanyama Sedih Usai Timnya Kalah dari Knicks. Victor Wembanyama, bintang muda San Antonio Spurs, tampak sangat emosional usai kekalahan timnya di final turnamen tengah musim pada 16 Desember 2025. Spurs kalah 124-113 dari New York Knicks di Las Vegas, meski sempat unggul di beberapa babak. Namun, kesedihan Wembanyama ternyata bukan semata karena kekalahan itu. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, ia berjuang menahan air mata dan hanya menjawab dua pertanyaan sebelum meninggalkan podium, sambil menyebut bahwa ia baru saja kehilangan seseorang yang penting baginya. BERITA BOLA
Jalannya Pertandingan Final: Wembanyama Sedih Usai Timnya Kalah dari Knicks
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal, dengan Spurs memimpin di babak pertama dan ketiga berkat kontribusi pemain muda mereka. Wembanyama, yang baru kembali dari cedera betis dan bermain terbatas hanya 25 menit dari bangku cadangan, mencetak 18 poin, enam rebound, dan dua blok. Ia tampil solid meski dengan pembatasan menit, termasuk beberapa tembakan akurat dari luar. Namun, Knicks bangkit di kuarter keempat dengan skor 35-19, memanfaatkan keunggulan rebound 59-42 dan dominasi di area paint. Pemain Knicks seperti OG Anunoby dengan 28 poin dan Jalen Brunson dengan 25 poin menjadi kunci kemenangan, sementara Spurs kesulitan menjaga ritme di momen krusial.
Alasan di Balik Kesedihan Wembanyama: Wembanyama Sedih Usai Timnya Kalah dari Knicks
Kesedihan Wembanyama terungkap saat ia menjawab pertanyaan pertama dalam bahasa Prancis dari wartawan tanah airnya. Air mata mulai mengalir, dan ia meminta maaf sambil menyatakan bahwa ia baru saja kehilangan seseorang hari itu. Ia hanya melanjutkan satu pertanyaan lagi tentang pertumbuhan tim dari pengalaman ini, sebelum meninggalkan ruangan. Berita kemudian menyebar bahwa Wembanyama menerima kabar duka atas meninggalnya neneknya di Prancis pagi hari sebelum pertandingan. Meski berduka, ia memilih tetap bermain untuk mendukung tim, menunjukkan profesionalisme dan dedikasi yang tinggi di usia 21 tahun.
Dampak bagi Wembanyama dan Tim
Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Spurs yang sedang membangun skuad muda. Meski kalah di final, perjalanan hingga ke sana—termasuk mengalahkan juara bertahan di semifinal—membuktikan potensi besar tim. Bagi Wembanyama, momen ini menambah dimensi manusiawi pada sosoknya yang sering disebut sebagai fenomena basket. Ia tetap memberikan kontribusi positif di lapangan meski hati berat, dan hal ini mendapat apresiasi luas dari rekan setim serta penggemar. Turnamen ini juga menjadi latihan penting untuk menghadapi pertandingan besar di masa depan, terutama saat tim semakin lengkap.
Kesimpulan
Kekalahan dari Knicks di final turnamen tengah musim meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi Victor Wembanyama yang sedang berduka atas kehilangan neneknya. Meski trofi diraih lawan, Spurs pulang dengan pengalaman berharga dan bukti bahwa mereka bisa bersaing di level tinggi. Wembanyama, dengan ketangguhan mentalnya, semakin menegaskan posisinya sebagai pemimpin masa depan. Musim masih panjang, dan momen sulit seperti ini bisa menjadi bahan bakar untuk pencapaian lebih besar nanti.